DEFINISI ORGANISASI, TUJUAN, FUNGSI DAN FAKTOR-FAKTOR YANG MEMPENGARUHI ORGANISASI.
![]() |
| Organisasi Merupakan salah satu alat untuk membantu kita lebih mengenal banyak teman dan memahami bagaimana kita bisa lebih mengenal prosedur dari organisasi itu sendiri, |
PENGERTIAN ORGANISASI
Organisasi adalah
sebuah wadah untuk sekumpulan orang yang bekerja sama secara rasional serta
sistematis yang terpimpin atau terkendali untuk mencapai tujuan tertentu
memanfaatkan sumber daya yang ada di dalamnya. Sementara dalam dunia bisnis,
organisasi merupakan sekelompok orang yang melakukan kolaborasi untuk mencapai
tujuan secara komersial dengan struktur yang jelas serta memiliki budaya kerja
khusus.
Menurut Rosenzweig
Organisasi dapat dipandang sebagai Sistem
sosial, yaitu orang-orang dalam kelompok, Integrasi atau kesatuan dari aktivitas-aktivitas
orang-orang yang bekerja sama dan Orang-orang yang berorientasi atau berpedoman pada tujuan
bersama. Matthias Aroef mengatakan
bahwa Suatu organisasi terjadi apabila sekelompok orang
bekerja bersama sama untuk mencapai tujuannya. Bakke
mengatakan bahwa organisasi merupakan sebuah sistem yang kontinue dari
penggunaan, pemindahan aktivitas-aktivitas manusia yang dibebankan dan
dikoordinasikan, sehingga membentuk suatu kumpulan tertentu yang terdiri dari
manusia, material, kapital, gagasan, dan sumber daya alam ke dalam suatu
keseluruhan pemecahan persoalan.
Berikut
beberapa tujuan organisasi yang secara umum banyak dijadikan sebagai tujuan
dari pembangunan organisasi tersebut yaitu meningkatkan
kemandirian serta kemampuan dari sumber daya yang dimiliki, wadah yang digunakan untuk individu yang memang ingin
memiliki jabatan, penghargaan serta pembagian kerja yang jelas, wadah untuk memiliki pengawasan dan kekuasaan, membantu setiap individu yang ada di dalamnya agar dapat
meningkatkan pergaulan serta memanfaatkan waktu luang secara lebih optimal
serta bermanfaat, wadah yang membantu mencari
keuntungan bersama-sama dengan kerja sama yang sudah terbagi dengan baik, membantu untuk pengelolaan lingkungan bersama-sama, mencapai tujuan secara efektif dan efisien sesuai dengan
yang telah menjadi tujuan awal sebuah organisasi
Organisasi
memang harus jelas tujuan serta berbagai hal yang akan dilakukan di dalamnya
tertuang dalam visi dan misi organisasi. Tentunya hal ini harus sudah
ditentukan sejak awal karena berkaitan dengan pembagian tugas serta bentuk
kerja sama yang akan dilakukan masing-masing anggota yang ada di dalamnya Sehingga
tujuan ini menjadi poin yang sangat penting dimiliki sebuah organisasi dalam
mengoptimalkan kinerja yang ada di dalamnya
Untuk bisa menjalankan sebuah organisasi secara
optimal maka diperlukan kelengkapan unsur dasar dalam organisasi itu sendiri.
Dengan adanya kelengkapan unsur tersebut maka organisasi dalam terlaksana
dengan baik. Berikut beberapa unsur yang harus ada dalam organisms. Pertama, anggota
organisasi yang terdiri dari pemimpin yang mengatur organisasi secara umum,
manajer yang mengepalai unit tertentu sesuai fungsi bidang kerjanya dan orang-orang
yang bekerja di bawah manajer. Penyebutan ini biasanya disesuaikan dengan jenis
organisasinya masing-masing. Kedua, kerja sama menjadi bagian penting dalam sebuah
organisasi, dengan adanya kerja sama yang baik maka tujuan organisasi dapat
dicapai bersama-sama. Sehingga adanya tingkatan anggota akan membantu
memudahkan dalam mengatur bagian kerja untuk menjalin kerja sama yang lebih
baik. Ketiga, tujuan organisasi akan
menjadi arah perjalanan organisasi tersebut dalam menentukan kegiatan yang dilakukan
nantinya. Keempat, lingkungan seperti kondisi
sosial, budaya, ekonomi dan teknologi menjadi pendukung dalam mencapai tujuan
dari organisasi yang telah ditentukan sebelumnya. Kelima peralatan
adalah sarana seperti materi, budget dan barang modal lainnya yang dapat
menjadi tempat bekerja atau berkumpulnya organisms. Keenam, komunikasi tentunya akan
sangat mempengaruhi bagaimana setiap anggota organisasi dapat bekerjasama
dengan baik. Komunikasi yang baik akan sangat mendukung perkembangan organisasi
secara lebih optimal sesuai dengan proses kerja yang sudah diatur sedemikian
rupa.
Ada beberapa hal yang dapat menjadi ciri-ciri
sebuah organisasi yaitu sebagai berikut: Memiliki anggota atau sekelompok orang
di dalamnya yang berjumlah 2 orang atau lebih untuk bisa menjalankan organisasi
sesuai dengan tujuan yang telah ditentukan. Memiliki tujuan organisasi yang
akan dicapai bersama. Sehingga kegiatan yang dilakukan di dalamnya akan lebih
jelas. Saling bekerja sama menjadi ciri khas utama dalam organisasi karena
bagaimanapun setiap anggota yang ada di dalamnya harus bisa saling membantu
untuk mencapai tujuan organisms. Peraturan yang dibuat untuk kepentingan setiap
anggota dalam organisasi tentu sangat penting untuk membatasi sumber dayanya
tetap bisa bekerja sama dengan baik dalam menjalankan pekerjaannya. Pembagian
tugas yang sinergis akan dilakukan sesuai dengan kebutuhan pekerjaan dalam
organisasi tersebut, tentunya juga dengan pertimbangan bidang berdasarkan
tujuan organisasi yang ditentukan
Bentuk
organisasi dibedakan berdasarkan strukturnya untuk membedakan satu sama lain.
Berikut beberapa bentuk organisasi yang banyak ditemui yaitu : pertama, organisasi garis dan staf
terdapat dua kelompok orang yaitu yang melaksanakan tugas pokok organisasi
untuk mencapai tujuan dan orang yang menjalankan pekerjaan sesuai bidang
keahliannya. Sehingga biasanya pembagian tugas akan lebih terarah dan bukan
hanya berasal dari pemimpin tertinggi organisms. Kedua, organisasi garis adalah yang paling sederhana dengan
adanya jumlah anggota yang sedikit dengan adanya pimpinan tertinggi kemudian
ada anggota lainnya yang menjalankan pekerjaan sesuai pembagian yang diberikan.
Ketiga organisasi fungsional
memiliki pembagian tugas kinerja yang sudah diberikan oleh para petingginya,
sehingga anggota yang ada di bawahnya tinggal menerima instruksi bahkan bisa
mendapatkan beberapa instruksi sekaligus. Keempat,
organisasi komite atau biasa juga disebut dengan panitia yang diberikan
kekuasaan tertentu serta melakukan rundingan untuk memutuskan berbagai hal
berkaitan dengan kegiatan organisasi mencapai tujuannya.
Organisasi ternyata memiliki beragam berdasarkan berbagai pertimbangan
yaitu sebagai berikut: Berdasarkan hubungan personal terbagi menjadi organisasi
formal yang resmi biasanya ada juga yang sudah memiliki badan hukum dan
informal yang terbentuk karena kesamaan minat atau pribadi atau kebutuhan suatu
tujuan bersama. Pertama, dari jumlah
orang ada organisasi tunggal dengan semua tugas berasal dari satu pimpinan dan
organisasi komisi yang memiliki dewan untuk masing-masing bidang pekerjaan. Kedua, menurut tujuannya ada organisasi
sosial yang bersifat non profit dan yang mencari keuntungan. Ketiga, berdasarkan kehidupan di masyarakat
ada jenis organisasi kesehatan, pendidikan, pertanian dan jenis lainnya sesuai
bidang yang ada di masyarakat. Kelima,
berdasarkan fungsi serta tujuan yang dilayani yaitu organisasi politik,
pemelihara seperti peduli lingkungan, integratif dan produksi secara khusus
sesuai tujuannya. Keenam, berdasarkan
pihak yang menggunakan manfaat organisasi ada mutual benefit
organization yang dinikmati angotanya, commonwealth
organization yang dinikmati masyarakat umum, service
organization dinikmati pelanggan khusus dan bussiness akan dinikmati
para konsumennya. Ketutujuh. dalam lalu
lintas kekuasan terbagi menjadi 3 yaitu lini atau lurus yaitu kekuasaan hanya
mengalir dari pimpinan organisasi, lini atau staf pimpinan akan dibantu dengan
kepala staf yang ada di bawahnya secara langsung dan fungsional yang fungsi di
dalamnya akan dipimpin oleh orang yang sudah ahli di bidangnya
Setelah memahami berbagai
hal terkait organisasi maka akan lebih mudah dalam mendirikan serta menjalankan
organisasi tersebut dengan baik dan benar. Jika dikembangkan dengan cara yang
tepat maka sudah tentu siapapun yang berada di dalamnya juga akan mendapatkan
banyak pengalaman serta pembelajaran, selain itu manfaat dari organisasi ini
juga dapat dirasakan oleh lebih banyak orang lagi.
FAKTOR-FAKTOR YANG
MEMPENGARUHI KEPUASAN KERJA DALAM ORGANISASI
Menurut Baron & Byrne (1994) ada dua kelompok faktor
yang mempengaruhi kepuasan kerja. Faktor pertama yaitu faktor organisasi yang
berisi kebijaksanaan perusahaan dan iklim kerja. Faktor kedua yaitu faktor
individual atau karakteristik karyawan. Pada faktor individual ada dua
predictor penting terhadap kepuasan kerja yaitu status dan senioritas. Status
kerja yang rendah dan pekerjaan yang rutin akan banyak kemungkinan mendorong
karyawan untuk mencari pekerjaan lain, hal itu berarti dua faktor tersebut
dapat menyebabkan ketidakpuasan kerja dan karyawan yang memiliki ketertarikan
dan tantangan kerja akan lebih merasa puas dengan hasil kerjanya apabila mereka
dapat menyelesaikan dengan maksimal. (p.45). Pendekatan Wexley dan Yukl (1977)
berpendapat bahwa pekerjaan yang terbaik bagi penelitian-penelitian tentang
kepuasan kerja adalah dengan memperhatikan baik faktor pekerjaan maupun faktor
individunya. Faktor-faktor yang mempengaruhi kepuasan kerja yaitu gaji, kondisi kerja, mutu pengawasan, teman
sekerja, jenis pekerjaan, keamanan kerja dan kesempatan untuk maju serta faktor
individu yang berpengaruh adalah kebutuhan-kebutuhan yang dimilikinya, nilai-nilai yang dianut dan sifat-sifat kepribadian.
(p.35). Pendapat yang lain dikemukan oleh Ghiselli dan Brown, mengemukakan
adanya lima faktor yang menimbulkan kepuasan kerja, yaitu:
a. Kedudukan (posisi)
a. Kedudukan (posisi)
Umumnya
manusia beranggapan bahwa seseorang yang bekerja pada pekerjaan yang lebih tinggi
akan merasa lebih puas daripada karyawan yang bekerja pada pekerjaan yang lebih
rendah. Pada beberapa penelitian menunjukkan bahwa hal tersebut tidak selalu
benar, tetapi justru perubahan dalam tingkat pekerjaanlah yang mempengaruhi
kepuasan kerja.
b. Pangkat (golongan)
Pada pekerjaan yang mendasarkan perbedaan tingkat
(golongan), sehingga pekerjaan tersebut memberikan kedudukan tertentu pada
orang yang melakukannya. Apabila ada kenaikan upah, maka sedikit banyaknya akan
dianggap sebagai kenaikan pangkat, dan kebanggaan terhadap kedudukan yang baru
itu akan merubah perilaku dan perasaannya.
C. Umur
Dinyatakan bahwa ada hubungan antara kepuasan kerja dengan umur karyawan. Umur di antara 25 tahun sampai 34 tahun dan umur 40 sampai 45 tahun adalah merupakan umur-umur yang bisa menimbulkan perasaan kurang puas terhadap pekerjaan.
d. Jaminan finansial dan jaminan sosial
Masalah finansial dan jaminan sosial kebanyakan berpengaruh terhadap kepuasan kerja.
e. Mutu pengawasan
Hubungan antara karyawan dengan pihak pimpinan sangat penting artinya dalam menaikkan produktifitas kerja. Kepuasan karyawan dapat ditingkatkan melalui perhatian dan hubungan yang baik dari pimpinan kepada bawahan, sehingga karyawan akan merasa bahwa dirinya merupakan bagian yang penting dari organisasi kerja (sense of belonging). As’ad (2004, p. 112).
Sedangkan Faktor-faktor yang memberikan kepuasan kerja
menurut Blum (1956) sebagai berikut:
a. Faktor individual, meliputi umur, kesehatan, watak dan harapan.
b. Faktor sosial, meliputi hubungan kekeluargaan, pandangan masyarakat, kesempatan berkreasi, kegiatan perserikatan pekerja, kebebasan berpolitik, dan hubungan kemasyarakatan.
c. Faktor utama dalam pekerjaan, meliputi upah, pengawasan, ketentraman kerja, kondisi kerja, dan kesempatan untuk maju. Selain itu juga penghargaan terhadap kecakapan, hubungan sosial di dalam pekerjaan, ketepatan dalam menyelesaikan konflik antar manusia, perasaan diperlakukan adil baik yang menyangkut pribadi maupun tugas. As’ad (2004, p.114).
Berbeda dengan pendapat Blum ada pendapat lain dari Gilmer (1966) tentang faktor-faktor yang mempengaruhi kepuasan kerja sebagai berikut:
a. Kesempatan untuk maju
Dalam hal ini ada tidaknya kesempatan untuk memperoleh pengalaman dan peningkatan kemampuan selama kerja.
b. Keamanan kerja
Faktor ini sering disebut sebagai penunjang kepuasan kerja, baik bagi karyawan pria maupun wanita. Keadaan yang aman sangat mempengaruhi perasaan karyawan selama kerja.
c. Gaji
Gaji lebih banyak menyebabkan ketidakpuasan, dan jarang orang mengekspresikan kepuasan kerjanya dengan sejumlah uang yang diperolehnya.
d. Perusahaan dan manajemen
Perusahaan dan manajemen yang baik adalah yang mampu memberikan situasi dan kondisi kerja yang stabil. Faktor ini yang menentukan kepuasan kerja karyawan.
e. Pengawasan (Supervise)
Bagi karyawan, supervisor dianggap sebagai figur ayah dan sekaligus atasannya. Supervisi yang buruk dapat berakibat absensi dan turn over.
f. Faktor intrinsik dari pekerjaan
Atribut yang ada pada pekerjaan mensyaratkan ketrampilan tertentu. Sukar dan mudahnya serta kebanggaan akan tugas akan meningkatkan atau mengurangi kepuasan.
g. Kondisi kerja
Termasuk di sini adalah kondisi tempat, ventilasi, penyinaran, kantin dan tempat parkir.
h. Aspek sosial dalam pekerjaan
Merupakan salah satu sikap yang sulit digambarkan tetapi dipandang sebagai faktor yang menunjang puas atau tidak puas dalam kerja.
i. Komunikasi
Komunikasi yang lancar antar karyawan dengan pihak manajemen banyak dipakai alasan untuk menyukai jabatannya. Dalam hal ini adanya kesediaan pihak atasan untuk mau mendengar, memahami dan mengakui pendapat ataupun prestasi karyawannya sangat berperan dalam menimbulkan rasa puas terhadap kerja.
j. Fasilitas
Fasilitas rumah sakit, cuti, dana pensiun, atau perumahan merupakan standar suatu jabatan dan apabila dapat dipenuhi akan menimbulkan rasa puas. As’ad (2004,p. 115)
Penelitian yang dilakukan oleh Caugemi dan Claypool (1978) menemukan bahwa hal-hal yang menyebabkan rasa puas adalah:
1. Prestasi
2. Penghargaan
3. Kenaikan jabatan
4. Pujian.
Sedangkan faktor-faktor yang menyebabkan ketidakpuasan adalah:
1. Kebijaksanaan perusahaan
2. Supervisor
3. Kondisi kerja
4. Gaji
Burt mengemukakan pendapatnya tentang faktor-faktor yang dapat menimbulkan kepuasan kerja. Adapun faktor-faktor tersebut adalah:
1. Faktor hubungan antar karyawan, antara lain:
a. Hubungan antara manajer dengan karyawan
b. Faktor fisik dan kondisi kerja
c. Hubungan sosial di antara teman sekerja
d. Emosi dan situasi kerja
2. Faktor individual, yaitu yang berhubungan dengan:
a. Sikap orang terhadap pekerjaannya
b. Umur orang sewaktu bekerja
c. Jenis kelamin
3. Faktor-faktor luar (extern), yaitu berhubungan dengan faktor-faktor yang
mendorong karyawan yang berasal dari luar selain dirinya sendiri, yaitu:
a. Keadaan keluarga karyawan
b. Rekreasi
c. Pendidikan (training, up grading dan sebagainya). As’ad (2004,p.112).
Berdasarkan indikator yang menimbulkan kepuasan kerja tersebut di atas akan dapat dipahami sikap individu terhadap pekerjaan yang dilakukan. Karena setiap individu akan memiliki tingkat kepuasan yang berbeda-beda sesuai dengan sistem nilai yang berlaku pada dirinya. Ini disebabkan adanya perbedaan persepsi pada masing-masing individu. Semakin banyak aspek dalam pekerjaan yang sesuai dengan keinginan individu tersebut maka semakin tinggi tingkat kepuasan yang dirasakannya. Oleh karenanya sumber kepuasan seorang karyawan secara subyektif menentukan bagaimana pekerjaan yang dilakukan memuaskan. Meskipun untuk batasan kepuasan kerja ini belum ada keseragaman tetapi yang jelas dapat dikatakan bahwa tidak ada prinsip-prinsip ketetapan kepuasan kerja yang mengikat dari padanya.
a. Faktor individual, meliputi umur, kesehatan, watak dan harapan.
b. Faktor sosial, meliputi hubungan kekeluargaan, pandangan masyarakat, kesempatan berkreasi, kegiatan perserikatan pekerja, kebebasan berpolitik, dan hubungan kemasyarakatan.
c. Faktor utama dalam pekerjaan, meliputi upah, pengawasan, ketentraman kerja, kondisi kerja, dan kesempatan untuk maju. Selain itu juga penghargaan terhadap kecakapan, hubungan sosial di dalam pekerjaan, ketepatan dalam menyelesaikan konflik antar manusia, perasaan diperlakukan adil baik yang menyangkut pribadi maupun tugas. As’ad (2004, p.114).
Berbeda dengan pendapat Blum ada pendapat lain dari Gilmer (1966) tentang faktor-faktor yang mempengaruhi kepuasan kerja sebagai berikut:
a. Kesempatan untuk maju
Dalam hal ini ada tidaknya kesempatan untuk memperoleh pengalaman dan peningkatan kemampuan selama kerja.
b. Keamanan kerja
Faktor ini sering disebut sebagai penunjang kepuasan kerja, baik bagi karyawan pria maupun wanita. Keadaan yang aman sangat mempengaruhi perasaan karyawan selama kerja.
c. Gaji
Gaji lebih banyak menyebabkan ketidakpuasan, dan jarang orang mengekspresikan kepuasan kerjanya dengan sejumlah uang yang diperolehnya.
d. Perusahaan dan manajemen
Perusahaan dan manajemen yang baik adalah yang mampu memberikan situasi dan kondisi kerja yang stabil. Faktor ini yang menentukan kepuasan kerja karyawan.
e. Pengawasan (Supervise)
Bagi karyawan, supervisor dianggap sebagai figur ayah dan sekaligus atasannya. Supervisi yang buruk dapat berakibat absensi dan turn over.
f. Faktor intrinsik dari pekerjaan
Atribut yang ada pada pekerjaan mensyaratkan ketrampilan tertentu. Sukar dan mudahnya serta kebanggaan akan tugas akan meningkatkan atau mengurangi kepuasan.
g. Kondisi kerja
Termasuk di sini adalah kondisi tempat, ventilasi, penyinaran, kantin dan tempat parkir.
h. Aspek sosial dalam pekerjaan
Merupakan salah satu sikap yang sulit digambarkan tetapi dipandang sebagai faktor yang menunjang puas atau tidak puas dalam kerja.
i. Komunikasi
Komunikasi yang lancar antar karyawan dengan pihak manajemen banyak dipakai alasan untuk menyukai jabatannya. Dalam hal ini adanya kesediaan pihak atasan untuk mau mendengar, memahami dan mengakui pendapat ataupun prestasi karyawannya sangat berperan dalam menimbulkan rasa puas terhadap kerja.
j. Fasilitas
Fasilitas rumah sakit, cuti, dana pensiun, atau perumahan merupakan standar suatu jabatan dan apabila dapat dipenuhi akan menimbulkan rasa puas. As’ad (2004,p. 115)
Penelitian yang dilakukan oleh Caugemi dan Claypool (1978) menemukan bahwa hal-hal yang menyebabkan rasa puas adalah:
1. Prestasi
2. Penghargaan
3. Kenaikan jabatan
4. Pujian.
Sedangkan faktor-faktor yang menyebabkan ketidakpuasan adalah:
1. Kebijaksanaan perusahaan
2. Supervisor
3. Kondisi kerja
4. Gaji
Burt mengemukakan pendapatnya tentang faktor-faktor yang dapat menimbulkan kepuasan kerja. Adapun faktor-faktor tersebut adalah:
1. Faktor hubungan antar karyawan, antara lain:
a. Hubungan antara manajer dengan karyawan
b. Faktor fisik dan kondisi kerja
c. Hubungan sosial di antara teman sekerja
d. Emosi dan situasi kerja
2. Faktor individual, yaitu yang berhubungan dengan:
a. Sikap orang terhadap pekerjaannya
b. Umur orang sewaktu bekerja
c. Jenis kelamin
3. Faktor-faktor luar (extern), yaitu berhubungan dengan faktor-faktor yang
mendorong karyawan yang berasal dari luar selain dirinya sendiri, yaitu:
a. Keadaan keluarga karyawan
b. Rekreasi
c. Pendidikan (training, up grading dan sebagainya). As’ad (2004,p.112).
Berdasarkan indikator yang menimbulkan kepuasan kerja tersebut di atas akan dapat dipahami sikap individu terhadap pekerjaan yang dilakukan. Karena setiap individu akan memiliki tingkat kepuasan yang berbeda-beda sesuai dengan sistem nilai yang berlaku pada dirinya. Ini disebabkan adanya perbedaan persepsi pada masing-masing individu. Semakin banyak aspek dalam pekerjaan yang sesuai dengan keinginan individu tersebut maka semakin tinggi tingkat kepuasan yang dirasakannya. Oleh karenanya sumber kepuasan seorang karyawan secara subyektif menentukan bagaimana pekerjaan yang dilakukan memuaskan. Meskipun untuk batasan kepuasan kerja ini belum ada keseragaman tetapi yang jelas dapat dikatakan bahwa tidak ada prinsip-prinsip ketetapan kepuasan kerja yang mengikat dari padanya.
TIPS AGAR ORGANISASI BERKEMBANG DAN BERTAHAN
HINGGA KE GENERASI SELANJUTNYA
Dalam membangun suatu organisasi hal
yang paling utama adalah adanya loyalitas. Seberapa orang atau cari orang yang
mempunyai tingkat militansinya tinggi. Suatu organisasi akan terus maju bila
ada orang yang bekerja sama di dalamnya secara kompak. Mereka yang memiliki
kemampuan yang berbeda namun mempunyai tujuan yang sama. Mereka loyal terhadap
organisasi dan patuh pada instruksi pemimpinnya. Dengan hanya beberapa orang
saja yang loyal suatu organisasi akan selalu ada dan terus maju bahkan bisa
hingga ke generasi-generasi selanjutnya.
Keragaman kemampuan
menjadi modal selanjutnya untuk terus membangun organisasi lebih maju lagi.
Bagi seorang pemimpin sudah menjadi tugasnya dalam mengetahui dan memilah-milah
kemampuan anggotanya sehingga dapat menempatkan para anggotanya sesuai dengan
keahlian masing-masing.
Melihat orang Indonesia
yang cenderung humoris jangan buat suatu organisasi yang kita pimpin terlalu
serius sehingga suasana organisasi terlihat mencekam, para anggota menjadi
merasa tertekan akan aturan-aturan yang berlaku. Buatlah santai, seakan-akan
para anggota tidak merasa sedang berorganisasi. Artinya para anggota tidak
merasa disibukan oleh organisasi yang sedang dijalaninya.
Organisasi yang
mengalir akan membuat para anggotanya merasa senang karena mereka hanya di tuntut
kesediannya dalam membangun suatu organisasi sesuai dengan keadaan hati mereka.
Tidak ada paksaan, sehingga mereka
dapat dengan ikhlas menjalaninya.
Sebagai seorang
pemimpin harus mampu membangun suatu organisasi yang berasal dari hati nurani.
Sehingga keikhlasan selalu menyertainya dan dengan sendirinya para anggota akan
sadar akan kedudukannya masing-masing yang telah di embankan oleh seorang
pemimpin. Selanjutnya tugas, fungsi dan peran mereka akan di jalaninya tanpa
harus ada perintah yang bersifat memaksa.
Dengan begitu kita
dapat menyimpulkan beberapa tahap yang harus di lakukan dalam membangun suatu
organisasi. Dimulai dari adanya loyalitas, pembagian tugas yang sesuai dengan
kemampuannya masing-masing dan menjalani organisasi secara santai (tidak ada
paksaan) dengan harapan suatu organisasi bisa dapat di bangun berdasarkan
keikhlasan dari para anggotanya. Kemudian peliharalah dengan baik organisasi itu
dengan rasa kekeluargaan dan rasa peduli yang tinggi dan dengan begitu
organisasi akan selalu berkembang hingga kegenerasi selanjutnya.
CARA
MEMBUAT ORGANISASI YANG BERHASIL.
Yang pertama harus dimiliki
suatu organisasi adalah milai dan visi, nilai dan visi adalah suatu tujuan yang
akan digunakan sebagai target yang harus dicapai oleh suatu organisasi. Jika
nilai organisasi tidak ada maka organisasi itu akan rusak, karna tidak memiliki
tujuan yang jelas.
Yang kedua adalah
misi , misi adalah hal-hal yang harus di lakukan untuk mencapai suatu visi (
tujuan ). Tanpa ada misi yang jelas maka visi tidak akan pernah
tercapai, maka dari itu visi dan misi sangat berkaitan satu sama lain. Jika
tidak memiliki misi maka organisasi tidak akan pernah mencapai visi yang
diinginkan.
Yang ketiga adalah
aturan, aturan adalah batasan-batasan yang harus dimiliki organisasi. Jika
suatu organisasi memiliki aturan yang jelas maka bisa terjadi penyimpangan yg
dapat merugikan.
Yang keempat adalah
profesionalisme, profesionalisme adalah bagaimana cara organisasi itu bertindak.
Yang kelima adalah
insentif, insentif adalah bonus atau hadiah
Yang keenam adalah
sumber daya, Jika suatu organisasi kehilangan sumber daya maka organisasi tersebut
tidak akan bisa bergerak dengan baik.
Yang ketujuh adalah
rencana kerja, rencana kerja merupakan susunan kegiatan yang akan dilakukan
oleh suatu organisasi

Komentar
Posting Komentar