Pandangan bisnis menurut Rhenald Kasali
![]() |
| Pandangan bisnis menurut Rhenald Kasali |
Menurut beliau, keberuntungan yang datang sebenarnya adalah ketika kesempatan bertemu dengan persiapan. Maksud dari perkataanya adalah keberuntungan sendiri mempunyai sifat yang sama dengan kewirausahaan yaitu sama-sama “diciptakan”. Keberuntungan tidak akan datang menghampiri dengan sendirinya namun untuk mendapatakan keberuntungan kita harus memiliki usaha sebelumnya. Dari sinilah dapat dipahami betapa pentingnya latihan yang terus menerus dan pantang menyerah oleh mereka yang ingin terjun dalam dunia bisnis.
Bagi Rhenald, tujuan dari berwirausahan janganlah untuk menjadi kaya karena menurutnya kaya adalah hasil dari suatu akibat. Beliau menyatakan jika seorang wirausahawan menjadikan kekayaan sebagai tujuan utama dalam berwirausaha maka hal tersebut merupakan suatu bentuk pengkhiatan terhadap kewirausahaan. Seorang wirausahawan atau entrepreneur harus melakukan reinvestasi.
Dalam buku terbarunya, Myelin: Mobilisasi Intengibles sebagai Kekuatan Perubahan yang diterbitkan oleh Gramedia Pustaka Utama pada tahun 2010. Rhenald menuliskan jika “myelin” atau muscle memory merupakan faktor penting untuk menjembatani gagasan yang dihasilkan dari "brain memory" ke tujuan.
Untuk bisa mencapainya tentu “brain memory” harus mengendarai “myelin” yang telah terlatih. Contohnya sudah banyak seperti sudah banyak anak-anak Indonesia yang memenangi olimpiade fisika atau matematika dunia. Namun, Rhenald menegaskan jika kamu hanya memiliki pengetahuan saja, itu tidaklah cukup untuk meraih kesuksesan. Oleh karena itu kamu harus terus berlatih. Dengan sering berlatih maka kesuksesan yang nantinya akan kamu dapat menjadi semakin terjamin.
Untuk bisa menjadi sukses seperti ini, Rhenald juga memberikan 5 tips menjadi sukses seperti, mengejar reputasi dahulu, tumbuh dari bawah, konsentarsi pada bisnis yang dikuasai, anti kerumunan dan menganggap modal sebagai pelengkap.
Kejar reputasi dahulu memiliki maksud sebesar-besar gaji yang kamu terima akan lebih besar gajinya jika menjadi seorang bos bagi diri sendiri. Namun, dalam mengejar mimpi tersebut kamu harus realistis dan tidak boleh berlebihan.
Jika mau menjadi wirausaha sejati, kamu harus mengingat pesan ini: Mulailah dengan reputasi. Cara untuk memulainyapun sangat sederhana. Caranya adalah jangan kejar uangnya, tetapi bangunlah nama baik, keahlian, kepercayaan, kualitas, jaringan dan harga diri. Begitu sudah dikenal dalam bidang usaha yang ditekuni, uang akan datang sendiri dan mengejar kamu.
Awal memulai bisnis tentu tidak bisa langsung menjadi besar. Jika langsung menjadi besar, umumnya memiliki fondasi bisnis yang tidak kuat. Jika memulai usaha bisnis dari bawah, maka pemiliknya atau profesional manager akan mengalami masa belajar dan menjadi terbiasa untuk mengatasi persoalan yang muncul pada perjalanan bisnisnya.
Untuk memulai bisnis, para entrepreneur bisa memulai bisnisnya dari hal yang dikuasai betul. Bidang yang dikuasai bisa dimulai dari kapan saja seperti mulai dari bangku sekolah, berdasarkan pengalaman kerja atau cuma berawal dari sekedar hobi. Dengan menguasai suatu produk yang disenangi maka kamu akan mejadi semakin mudah untuk semakin maju.
Entrepreneur di Indonesia masih banyak yang latah. Ketika seseorang melihat orang sukses dalam suatu bisnis maka akan langsung banyak orang yang menirunya. Contonkan saja seperti bisnis kafe, saat bisnis tersebut sukses, maka yang lain akan ikut-ikutan berbisnis kafe juga.
Selan bisnis cafe, ada banyak lagi bisnis yang sering ditiru seperti bisnis peternakan lele, pertanian cabe, foto kopi, biro iklan, media cetak bahkan politisi ikut membuat parpol tanpa basis massa. Dengan cara meniru seperti ini, bisa dipastikan jika kesuksesan yang diraih tidak akan berlangsung lama dan jika usaha yang dijalankan gagal bisa menjadi gunjingan tetangga dan masyarakat sekitar.
Mereka yang meniru bisa memiliki banyak hutang dan mereka akan kesulitan dalam membayar hutang tersebut. Memulai bisnis dengan mengkopi kesuksesan orang lain dan masuk ke dalam kerumunan adalah hal yang sangat berbahaya. Dalam kerumunan kamu akan sulit bernafas, sulit keluar dan kemungkinan untuk babak belur menjadi sangat besar.
Untuk menghindari masalah tersebut, dalam memulai bisnis sebaiknya masuk ke dalam bidang yang belum disentuh oleh entrepreneur lain dan belum terlau diperhatikan oleh banyak orang. Contoh orang yang sukses dengan bisnisnya adalah Radityawarman Coleman.
Radityawarman Coleman memulai bisnisnya dengan menguras WC yang ada saat itu belum banyak orang yang berpikir bahwa jika dengan menguras WC bisa menghasilkan uang terlebih jika mampu dikelola dengan baik. Setelah melewati 20 tahun dengan menekuni bidang ini, Radityawarman Coleman menjelma menjadi salah satu pemain terbesar di dalam bidang ini.
Dalam mejalankan bisnis, modal yang paling utama bukanlah modal uang namun modal yang paling penting adalah keahlian yang kamu miliki, jaringan, nama baik, penguasaan teknologi dan pengetahuan mengenai pasar. Modal seperti inilah lebih penting daripada uang. Orang-orang yang sudah sukses tidak semuanya memulai usaha dengan modal uang dari bank.
Bankir yang piawai tentu bisa membedakan dengan mudah mana nasabah yang baik dan mana nasabah yang bukan. Prinsip permodalan perbankan bahkan menyebutkan jika modal uang hanya sekedar pelengkap dan nasabah tidak perlu membangun usahanya seratus persen dari modal bank.

Komentar
Posting Komentar