Rhenald Kasali tidak pernah menuntut buah hatinya mengikuti jejaknya by Prof. Rhenal Kasali
Dalam mendidik kedua anaknya, sang praktisi di dunia bisnis ini tidak ingin memaksakan kedua buah hatinya untuk mengikuti jejaknya. Menurut Rhenald, Fin dan Adam memiliki masa depan sendiri karena mereka hanyalah makhluk titipan dari Tuhan.
Yang terpenting baginya adalah bagaimana cara mendidik keduanya agar menjadi manusia yang bermoral baik, dapat menghidupi diri sendiri serta berguna bagi orang lain. Di sekolah pun Rhenald tidak menuntut agar anak-anaknya untuk mendapat peringkat sepuluh besar. Rhenald beralasan "Saya tidak mau anak-anak saya menghabiskan energi hanya untuk mengejar ranking".
Menurutnya, pendidikan yang paling penting bagi anak-anaknya adalah kepekaan sosial. Kepekaan sosial ini jauh lebih penting daripada ilmu pengetahuan. Dengan pemikiran seperti itu, beliau memutuskan untuk membawa keluarganya tinggal di daerah kampung dan tidak tinggal di sebuah kompleks perumahan.
Dengan tinggal di lingkungan seperti ini diharapkan agar anak-anaknya bisa bergaul dan lebih dekat dengan anak-anak di kampung yang sering dianggap berasal dari keluarga strata menengah ke bawah. Beliau juga berharap agar anak-anaknya bisa melihat dan berinteraksi langsung dengan realitas sosial yang ada di sekitarnya.
Rhenald memiliki hobi berkebun dan setiap ada waktu luang, beliau selalu menjalankan hobbynya. Beliau memiliki sebidang tanah di rumahnya di bilangan Pondok Gede, di timur Jakarta. Di atas lahan seluas 300 meter persegi itu, beliau menanami aneka pohon buah-buahan antara lain, mangga, jambu, nangka, rambutan, dan delima.

Komentar
Posting Komentar