Tumbuh dalam keluarga yang harmonis by Prof. Rhenal Kasali.
Rhenald Kasali merupakan putra dari pasangan suami-istri dari Samuel Kasali dan Sonya Andrea. Rhenald Kasali tidak tumbuh dalam keluarga yang kaya namun dalam keluarga yang miskin.
Hal ini bermula ketika ayahnya terkena PHK dari pelayaran. Karena ayahnya tidak memiliiki kemampuan apa-apa dan ibunya juga tidak bekerja, Rhenald Kasali hidup berdampingan dengan kemisikinan. Beliau pernah merasakan makan nasi bersalut garam dan pernah pula tidak makan.
Beliau hanya memiliki satu setel seragam yang setiap hari dicuci oleh ibunya dan dikeringkan didekat lampu. Beruntung ada seorang tetangganya yang merasa iba dan memberikan keluarga ini makanan seadanya.
Semasa kecil, Rhenald Kasali pernah tidak naik kelas, hal ini terjadi saat beliau menginjak kelas 5 SD. Rhenald Kasali tidak dapat naik kelas karena sebuah mata pelajaran yaitu mata pelajaran bahasa Indonesia. Beliau tidak bisa menjawab soal lawan kata seperti pada umumnya.
Beliau tidak menjawab dengan benar karena beliau memiliki alasan tersendiri. Menurutnya kalau ditanya lawan kata “kenyang” ya “belum kenyang”, lawan kata “cinta” ya “tidak cinta” karena kalau orang ditanya “apakah kamu cinta?” dalam hati pasti mengatakan tidak sehingga pasti jawabnya bukan “aku benci kamu’” melainkan ”aku tidak cinta”.
Peristiwa ini tentunya membuat beliau sangat terpukul karena pada masa itu, anak yang tidak naik kelas sama dengan dicap bodoh. Namun, beliau tidak larut dalam kesedihan, terus berintrospeksi diri dan semakin giat dalam belajar.
Hadirnya kedua orang tua adalah saat yang sangat berarti bagi Rhenald Kasali. Orang tuanya selalu mendukung dan mendampingi beliau dimasa-masa sulit. Orang tuanya selalu membimbing Rhenald Kasali semasa kecil bahkan saat akan melaksanakan ujian sekolah, orang tua Rhenald Kasali selalu mengajak untuk berdoa bersama.
Doa orang tuanya sangat sederhana sekali, “kalau anak saya itu mampu, berikan dia kesempatan”. Itulah doa yang selalu dipanjatkan oleh ibunda tersayangnya, Sonya. Ibunya akan sangat marah jika mengetahui Rhenald Kasali membolos dari sekolah sehingga untuk memompa semangat belajarnya, ibunya selalu memberikan yang terbaik untuk beliau.
Ibunya selalu menjemput Rhenald Kasali sepulang sekolah dengan sepeda kayuhnya dan pernah suatu saat ibunya mengajak Rhenald Kasali ke pasar loak untuk membeli sepatu bekas. Rhenald Kasali merasa senang dan memaklumi serta tetap bersyukur kepada rejeki yang diterimanya karena Rhenald Kasali sendiri tahu karena beliau harus berbagi dengan 4 saudaranya.
Komentar
Posting Komentar