YANG MERASA SALAH JURUSAN, INI PENJELASAN KAMU JUSTRU MUNGKIN GOLONGAN MAHASISWA YANG BERUNTUNG!
YANG MERASA SALAH JURUSAN, INI PENJELASAN KAMU JUSTRU
MUNGKIN GOLONGAN MAHASISWA YANG BERUNTUNG!
Tak sekali dua kali, kita
kerap mendapatkan sesuatu yang jauh dari apa yang kita harapkan. Efeknya, kamu
bisa terus-terusan menyalahkan diri sendiri tentang pilihanmu di masa masa
lalu, dan kini malah membuatmu sering kesulitan berpikir murni. Satu di antaranya
tentang penyesalan salah memilih jurusan. Fenomena salah jurusan seringkali
ditemui di sekitar, dan mungkin juga kamu. Rasa bingung kerap menghantui,
apalagi ihwal apa-yang-seharusnya-dilakukan-ke-depannya. Namun kali ini Hipwee
ingin mengajakmu merenung bahwa mungkin ada anugerah terselubung dari hal yang
seringkali kamu yakini sebagai kesalahan, salah satunya salah memilih jurusan.
1. Yang jelas, salah jurusan bukanlah kiamat besar.
Jangan terpuruk dalam penyesalan, segera berdamailah dengan kondisimu agar bisa
melangkah ke depan
Salah jurusan memang sebuah dilema besar bagi mahasiswa
yang sedang menjalani studi. Kadang, peristiwa tersebut membuatnya berpikir
kalau tak ada masa depan baginya di jurusan tersebut. Namun bagi orang-orang
yang bermental pemenang seperti kamu, yakinlah kamu bisa melewatinya. Satu hal
yang pasti sia-sia kala kamu menemukan peristiwa tersebut adalah marah-marah
dan menyerah. Itu jelas bukan solusi atas keresahanmu. Cobalah ambil tindakan
dan sedikit buka pikiranmu. Sambil menenangkan diri, ambil langkah pertama.
Kamu perlu berdamai dengan keresahan untuk bisa melihat jalanmu ke depan dengan
lebih jelas.
2. Pindah jurusan seringkali bukan jalan terbaik. Jangan
sampai investasi biaya dan waktu yang telah kamu serta orangtuamu keluarkan,
terbuang sia-sia
Saat kamu memasuki awal semester tahun ajaran baru.
Beberapa temanmu menghilang. Teman-teman lain kemudian datang dan berkata,
‘pada pindah jurusan’. Mendengar kata-kata tersebut, kamu biasanya makin
kehilangan dan makin yakin kamu adalah yang selanjutnya mengikuti mereka.
Biasanya keputusan tersebut hanyalah keputusan reaktif dan tak matang. Atas
dasar itu, biasanya kamu kurang memikirkan banyak faktor dan hanya
mengedepankan ego sendiri.
Pilihan saat itu memang cuma dua: bertahan dan pindah.
Namun kamu biasanya malah condong pindah jurusan. Padahal cobalah kamu
pertimbangkan beberapa hal yang tak bisa kamu kembalikan. Pertama waktu kuliah
yang telah kamu tempuh dan memulainya lagi dari nol bersama jurusan lain
bukanlah ide yang baik.
Kamu jangan lupakan juga biaya yang sudah kamu keluarkan.
Tak hanya biaya kuliah, tapi biaya hidup kamu selama di perkuliahan perlu kamu
pertimbangkan. Bukankah hal tersebut sama saja dengan membuang percuma uang?
Apalagi kalau kamu tahu faktanya kamu tak pernah menjalani waktu kuliahmu
sebelumnya dengan benar-benar serius. Mubazir waktu, mubazir uang.
3. Menekuni jurusan yang bukan panggilan jiwamu, nyatanya
bisa bertahan sampai sekarang. Kamu pasti mampu bertahan sampai akhir, sembari
belajar mandiri sesuai passion-mu
Sebenarnya impianmu untuk berkuliah bukanlah di jurusan
yang sedang kamu jalani saat ini. Namun karena berat hati meninggalkan
kesempatan untuk berkuliah selepas lulus SMA, kamu terpaksa mengambil
kesempatan tersebut. Sayangnya, di tengah perjalanan, kamu merasa tak cocok dan
timbul rasa penasaran dengan jurusan impianmu. Coba pikir-pikir lagi, nyatanya
kamu sampai sekarang bisa bertahan, bukan?
Ketimbang kamu pindah jurusan, memulai segalanya dari
nol, dan membakar waktu serta uang di masa lalu, mending kamu cari pengalaman
lain di luar dunia perkuliahan. Kembangkan potensimu. Ada banyak unit kegiatan
mahasiswa dan komunitas yang eksis di sekitarmu, ‘kan? Selain mengembangkan
potensi, kamu juga bisa memperluas lingkaran sosialmu.
4. Bisa jadi kamu sebenarnya justru lebih beruntung
karena didorong untuk belajar lebih banyak, baik di dalam atau luar kelas. Yang
mendalami jurusannya saja, sibuk fokus memahami satu ilmu
Selalu ada hikmah dari segala situasi yang terjadi. Tuhan
tak memberikan apa yang kamu inginkan, tapi memberikanmu apa yang kamu
butuhkan. Lahirkanlah kesadaran bahwa salah jurusan adalah sebuah
keberuntungan.
Tak sedikit orang yang bisa memandang positif sebuah
peristiwa sehingga mereka terus dibutakan dengan keegoisan. Kamu yang salah
jurusan masih bisa mengembangkan diri di berbagai hal. Rasa tidak puas
membuatmu mencari hal-hal lain yang di luar masalah jurusan. Bayangkan dengan
mereka yang merasa cocok dengan jurusan. Mereka biasanya hanya fokus pada satu
jurusan dan terlalu asik dengan zona nyaman. Kemudian, lupa mengembangkan diri
di hal lain.
5. Ijazah memang penting didapatkan dari bangku kuliah.
Tapi ihwal ilmu dan pengalaman, harus rajin kamu upayakan dari mana saja
Ada ungkapan bahwa hidup adalah sebuah perkuliahan tanpa
bangku. Ungkapan tersebut rasanya relevan dan perlu kamu dalami di kehidupanmu
sekarang. Kuliah memang dapat membuatmu mendapatkan ijazah dan gelar. Namun
jangan lupakan kenyataan bahwa ilmu dan pengalaman tak hanya kita dapat dari
bangku kuliahan.
Kamu bisa mengembangkan potensi-potensi lain di samping
kuliahmu. Aktiflah dalam berorganisasi. Aktiflah memperluas lingkaran sosialmu.
Menggerutu karena salah jurusan atau menyebut Tuhan tidak adil karena tak
mengabulkan impianmu, sekali lagi, bukanlah penyelesaian atas masalahmu.
6. Justru banyak yang bekerja tak sesuai jurusan, bukti
bahwa ijazah saja tak akan diandalkan untuk memasuki dunia kerja. Meski sudah
merasa salah jurusan, tetaplah perkaya CV dari sekarang
Masa kuliah merupakan masa pendewasaanmu. Seharusnya kamu
sudah mulai bisa berpikir bahwa masa depan bukan hanya soal perkuliahan atau
jurusan. Perjuangan dan kerja kerasmu yang ekstra justru yang menentukan.
Percuma, kalau kamu ada di jurusan yang tepat dan diimpikan, tapi malah terlena
dan lupa untuk berjuang.
Kembangkanlah dirimu di luar masalah perkuliahan atau
jurusan. Sebab pada akhirnya nanti, mereka yang menginginkanmu bukanlah orang
yang hanya melihatmu dari nilai-nilai kuliah saja, melainkan keaktifanmu dalam
berorganisasi dan pengalamanmu di banyak hal. Akhirnya ijazah hanyalah bagian
kecil dari masa depan. Sisanya pengalaman dan kemampuanmu pada banyak hal.
7. Yakinlah jika berhasil melewati semua itu, kamu akan
menyadari kekuatan diri menghadapi situasi yang sulit. Tak menyerah di tengah jalan
dan justru berhasil meraih berbagai pencapaian sekaligus
Salah jurusan bukan akhir segalanya, bahkan momen itu
belum lagi pasti bahwa kamu benar-benar salah. Itu yang perlu kamu catat dalam
hati. Ini merupakan sebuah realitas hidup. Menjawab tantangan dengan perjuangan
merupakan orang-orang yang bermenta juara. Kamu telah naik level ihwal cobaan
yang diberikan Tuhan. Bayangkan, ketika kamu mendekati akhir dari perjuangan,
kemudian berhasil mengalahkan masalah tersebut dengan sebuah keberhasilan bernama
‘lulus’. Kamu layak mendapatkan julukan sebagai pemenang.
Terlepas dengan segala keputusanmu pada akhirnya, semoga
tulisan ini bisa menjadi pertimbangan kamu ke depannya. Tetaplah yakin kalau
Tuhan punya jawaban atas keresahanmu. Selamat mempertimbangkan.Salah jurusan
bukan akhir segalanya, bahkan momen itu belum lagi pasti bahwa kamu benar-benar
salah. Itu yang perlu kamu catat dalam hati. Ini merupakan sebuah realitas
hidup. Menjawab tantangan dengan perjuangan merupakan orang-orang yang bermenta
juara. Kamu telah naik level ihwal cobaan yang diberikan Tuhan. Bayangkan,
ketika kamu mendekati akhir dari perjuangan, kemudian berhasil mengalahkan
masalah tersebut dengan sebuah keberhasilan bernama ‘lulus’. Kamu layak
mendapatkan julukan sebagai pemenang.
Terlepas dengan segala keputusanmu pada
akhirnya, semoga tulisan ini bisa menjadi pertimbangan kamu ke depannya.
Tetaplah yakin kalau Tuhan punya jawaban atas keresahanmu. Selamat
mempertimbangkan| impianmu akan menjadi kenyataan jika kita memiliki keberanian untuk mengejarnya. |
Luar biasa
BalasHapusBang sintus
Sukses Dan Jaya Selalu
Terima Kasih
HapusTerima Kasih
Hapus