Yayasan Rumah Perubahan by Prof. Rhenal Kasali

Yayasan Rumah Perubahan by Prof. Rhenal Kasali


Selain menjadi pengajar dan konsultan manajemen pada tahun 2007, Rhenald juga membangun Yayasan Rumah Perubahan. Yayasan ini berdiri dengan tujuan untuk menjadikan Indonesia lebih baik melalui misi perubahan. Ide awal membangun yayasan ini mucul akibat buku Change! yang di terbitkan pada tahun 2005. 

Buku ini memiliki tagline yang berbunyi "Tak peduli berapa jauh jalan salah yang Anda jalani, putar arah sekarang juga". Buku ini akhirnya menjadi bestseller dan memberikan banyak perubahan pada masyarakat terutama pada cara pola pikir masyarakat. 

Dalam yayasan yang beliau bangun, Rumah Perubahan ini bergerak dibidang pendidikan, kesejahteraan sosial, dan lingkungan hidup dan serta memakai cara-cara baru dari metode yang dibuat sendiri dengan menggabungkan keahlian, pengalaman, pengetahuan, dan pembentukan karakter berdasarkan Myelin. Contoh dari kegiatan yayasan ini adalah pengolahan sampah rumah tangga dan mengubahnya menjadi energi bio-massa.

Selain sibuk menulis, mengajar, menjadi narasumber, menjadi seorang wirausaha, dan menjadi host Wirausaha Muda Mandiri di Metro TV, beliau juga telah menjalin kerjasama dengan Prof. Michael Porter yang berasal dari Harvard University untuk mengembangkan strategi keunggulan daya saing berbasiskan cluster. 

Tidak hanya berhenti sampai di sini, beliau juga terlibat sebagai anggota tim Panitia seleksi dibidang Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK), menjadi Kepala Badan Pengembangan Ekspor Nasional (BPEN), anggota Dewan Juri Penghargaan Export Pemerintah Indonesia (Primaniyarta), dan juga tim juri pemilihan Putri Indonesia.

Jika sewaktu kecil, Rhenald merasakan banyak kasih sayang dan bantuan dari sang bunda karena sang ibu amat berperan dalam menumbuhkan semangatnya. Hal ini juga diterpakan kepada kedua anaknya. Setelah menikah dengan sang istri tercinta, Elisa. Rhenald dan Elisa selalu mendukung dan memantau tumbuh kembang kedua anaknya, Fin dan Adam. 

Sang istri juga selalu memberi masukan seperti jika kampus bukan cuma dunia idealisme namun juga merupakan tempat orang meniti karir dan mencari nafkah, sehingga kepentingannya beragam. Dengan kata lain pasti akan muncul persaingan tapi dalam menghadainya harus dipahami secara arif

Komentar