Pecahnya kabupaten manggarai barat dari manggarai raya , sampai saat ini belum ada titik terang di berbagai sektor untuk membangun kemakmuran rakyat.

Pecahnya kabupaten manggarai barat dari manggarai raya , sampai saat ini belum ada titik terang di berbagai sektor untuk membangun kemakmuran rakyat.


Kabupaten Manggarai Barat adalah suatu kabupaten di provinsi Nusa Tenggara Timur, Indonesia. Kabupaten Mangarai Barat merupakan hasil pemekaran dari Kabupaten Manggarai berdasarkan Undang Undang No. 8 Tahun 2003. Wilayahnya meliputi daratan Pulau Flores bagian Barat dan beberapa pulau kecil di sekitarnya, diantaranya adalah Pulau Komodo, Pulau Rinca, Pulau Seraya Besar, Pulau Seraya Kecil, Pulau Bidadari dan Pulau Longos.

Ide pemekaran wilayah Kabupaten Manggarai Barat sudah ada sejak tahun 1950-an. Ide ini dimunculkan pertama kali oleh Bapak Lambertus Kape, tokoh Manggarai asal Kempo Kecamatan Sano Nggoang yang pernah duduk sebagai anggota Konstituante di Jakarta. Pada tahun 1963 aspirasi untuk memekarkan Kabupaten Manggarai dengan membentuk Kabupaten Manggarai Barat mulai diperjuangkan secara formal melalui lembaga politik partai Katolik Subkomisariat Manggarai. Pada tahun 1982 Manggarai Barat diberikan status Wilayah Kerja Pembantu Bupati Manggarai Bagian Barat dengan Keputusan Menteri Dalam Negeri Nomor: 821.26-1355 tanggal 11 november 1982.

Melalui proses pengkajian yang matang dengan memperhatikan potensi dan luas wilayah serta kebutuhan untuk pendekatan pelayanan kepada masyarakat maka melalui Sidang Paripurna DPR RI tanggal 27 Januari 2003 aspirasi dan keinginan masyarakat Manggarai Barat mencapai puncaknya dengan disahkannya Undang-undang Nomor 8 tahun 2003 tentang pembentukan Kabupaten Manggarai Barat maka Kabupaten Manggarai Barat resmi terbentuk.

Pada tanggal 1 September 2003, Drs. Fidelis Pranda dilantik menjadi Pejabat Bupati Kabupaten Manggarai Barat yang bertugas menjalankan pemerintahan serta mempersiapkan pemilihan kepala daerah definitif . Dan selanjutnya melalui proses demokrasi dengan pemilihan kepala daerah secara langsung Drs. Fidelis Pranda dan Drs. Agustinus C. Dula kemudian diangkat menjadi Bupati dan Wakil Bupati Manggarai Barat yang pertama. Disaat beliau menjabat kalau itu ,dialah orang pertama yang menata seluruh sektor manggarai barat ,termasuk bagian infrastruktur dan sektor ekomoni dan banyak sekali hal yang di lakukan untuk manggarai barat. Hingga pada saat tutup usianya tahun ini,beliau di kenal sebagai bapak pembangunan manggarai barat.

Dan pada tahun 2010, dilangsungkan proses pilkada yang kedua. Dari proses ini Drs. C. H. Dula dan Drs. Maximus Gasa menjadi Bupati dan wakil Bupati yang kedua. Pada awal berdirinya terbagi atas 7 kecamatan yaitu Kecamatan Komodo, Kecamatan Sano Nggoang, Kecamatan Boleng, Kecamatan Lembor, Kecamatan Welak, Kecamatan Kuwus, Kecamatan Macang Pacar dan pada tahun 2011 dimekarkan menjadi 10 kecamatan dengan tambahan wilayah pemekaran yakni Kecamatan Lembor Selatan, Kecamatan Mbeliling dan Kecamatan Ndoso.

Dalam sering waktu berjalan pada sebuah jabatan jadi kepala daerah, banyak sekali tantangan yang harus di lalu oleh pak gusti dula dalam menata manggarai barat yang pada saat itu, pembanguna dalam bidang infrastruk pun belum mencakupi di berbagai daerah-daerah dan belum lagi yang lain program-program yang belum tuntas pada bupati sebelumnya. Pada saat 2013 beliau salah satu pemimpin yang bisa mebawa manggarai barat di kenal dalam skala internasional ,dengan program SALE KOMODO kala itu. Sehingga dari hasil program promosi SALE KOMODO di bidang pariwisata mampu meningkatkan APBD(Anggaran Pembelanjaan Daerah).

Pada tahun 2015 Bapak Agustinus Ch Dula, dan Ibu Maria Geong terpilih menjadi bupati dan wakil bupati dari hasil demokrasi dengan paparan Visi dan Misinya meningkatkan produksi pertanian dan peternakan untuk memenuhi selain kebutuhan masyarakat sendiri juga kebutuhan pasar sektor pariwisata Manggarai Barat. Dalam massa jabatan mereka banyak sekali hal yang mereka lakukan untuk meningkatka perkonomian masyrakat dan mulai menata manggarai barat dalam berbagai sektor. Hingga sampai saat ini sektor bagian infrastruk sudah memadai di berbagai daerah -daerah manggarai barat.

Tapi seiring waktu ,tahun ini yang menjadi tantangan berat oleh Bapak Agustinus Ch Dula, dan Ibu Maria Geongdalam mengantisipasi wabah covid 19 yang bersekala global. Yang jadi pertanyaannya" Apakah bisa Bpak Agustinus Ch Dula, dan Ibu Maria Geong mengatisiapasi wabah covid 19 yang beskala global ini? Tentu jawabannya tentu saja bisa! Karna banyak sekali hal yang dilakukan dalam mengatasi di berbagai bidang ,termasuk ketahanan pangan. karna tahun ini menjadi beban moral kepala daerah jika tang mampu mengatisipasinya dan tahun ini membuat kepalah daerah tak mampu seperti tahun sebelumnya dengan menjalani tugas dengan hati yang legowo kepada rakyat.

Tahun 2020 ini menjadi momentum yang di tunggu - tunggu oleh seluruh masyarakat manggarai barat dalam mencari pemimpin yang bisa membawa masyarakat kepada kehidupan yang  sejahtra dan lebih harmonis. Dalam suasana ini para calon-calon eksekutif mulai berjalan kesetiap plosok untuk mencari dukunga dalam pemilihan nantinya, karna tampa dulunga masyrakat impian jadi pemimpin tak mampu di capainya. Paparan visi misi sebagai fundasi para calon untuk mampu menggait massa dan meluluhkan hati masyarakatnya karna  visi-misi calon itu ibarat kompas yang menentukan arah pembangunan daerah bila calon itu nanti terpilih menjadi bupati dan wakil bupati. Arah pembangunan itu sangat penting sehingga mendorong kesejahteraan masyarakat baik di perkotaan maupun di wilayah pedesaan.

Maka dari sebab itu , carilah pemimpin yang mampu menjamin sejahtran dan kemakmuran rakyat supaya mampu membawa manggarai barat sebagai panutan oleh daerah lain. Karna sampai saat ini manggarai barat belum mampu menjamin masyrakatnya ke hal yang yang sejahtra karna di pengaruhi pembangunannya tdak memadai di berbagai sektor -sektor untuk mampu meningkatkan perkonomian masyrakat. Jadi pemimpin yang terpilih nantinya bisa membuka mata ,hati dan pikiran dan yang mengerti apa yang di permaslahkan rakyat untuk mewudkan kemakmuran rakyat,bukan mengerti arahan sang pengusaha untuk kepentingan diri sendiri. Karna masyatakt sudah di jamin kesejtraan oleh konstistisi saat ini.




Salam perjungan✊🌹7

Komentar

Posting Komentar