Menyimpan racun dalam pikiran, hati dan tubuh hanya akan membuat diri menderita.


Menyimpan racun dalam pikiran, hati dan tubuh hanya akan membuat diri menderita.
Alangkah menderitanya bila seseorang terkena racun dalam tubuhnya, ia tak dapat berbuat apa-apa, tubuhnya menjadi lemas, lambat laun daya tahan tubuhnya melemah dan akhirnya meninggal.

Bagaimana jika racun tersebut menyerang pikiran dan hati?
Racun dalam pikiran adalah seringnya seseorang berpikiran negatif terhadap orang lain, selalu menganggap segala sesuatu sulit dan tidak mungkin.

Racun dalam hati adalah seseorang yang selalu menyimpan dendam selama hidupnya dan tidak mampu memaafkan orang lain.
Racun-racun ini akan menggerogoti hidup jika tidak segera dibuang.

Hidup dalam pola pikir yang selalu negatif, selalu melihat dari sisi buruknya, selalu memiliki hati yang dendam dan kesal, tak akan pernah membuat seseorang damai secara batiniah.

Satu-satunya penangkalnya adalah kebesaran hati seseorang untuk memaafkan atau keterbukaan diri seseorang untuk melihat dunia dari sisi yang positif.

Hidup ini hanya sementara, mengapa dibuat jadi derita?
Mengapa harus menyimpan luka dalam hati?

Buanglah sampah pada tempatnya, yaitu sampah pada pikiran dan hati yang antara lain:
•  Berpikir negatif
•  Sakit hati
•  Penolakan
•  Putus asa
•  Amarah
•  Iri hati
•  Dengki
•  Intrik
•  Dendam
Atau apapun macamnya...

Buanglah semua sesuai alurnya mengikuti bagaimana kehidupan itu berproses.
Sekali menyimpan, sama seperti menyimpan sampah yang terus membusuk menyebarkan aroma kebencian yang sarat akan penyakit kepahitan.

Sembuhkanlah dan ciptakan dunia agar menjadi lebih indah dengan membuang racun dalam pikiran dan hati.

Memaafkan tidak berarti melupakan perbuatan mereka.
Memaafkan berarti tidak menyimpan rasa dendam atau perasaan negatif terhadap mereka.

Renungan pagi

Komentar